ManggaraiTimur,MC- Sejak 9 April lalu, Desa Golo Loni, telah bergegas menyiapkan diri menghadapi ancaman Covid-19. Kebijakan dibuat dan Gugus tugas dibentuk.

"Bersama kami di BPD, kita langsung sepakat bentuk gugus tugas dan kegiatan lainnya, " ujar Sebastianus Pantur yang juga menjadi koordinator posko dua.

Satu hari kemudian, diikuti seluruh gugus tugas desa. Tu'a golo Kornelis Lawang dan Donatus Patut yang mewakili tu'a gendang, memimpin ritual adat " Reku Naga ".

Ritual " Reku Naga " dilaksanakan di empat titik spiritual masyarakat adat Desa Golo Loni. Rumah gendang, danau Rana Mese, Perbatasan desa, Compang Kempo dan Wae teku Lerang.

Kepada leluhur, perlindungan dan keselamatan warga, dimohonkan dalam untaian doa dan persembahan.

Dua posko selalu difungsikan sejak pagi hingga tengah malam. Hingga 29 April, jumlah warga yang tiba dari sejumlah wilayah seperti Surabaya, Bali dan Kalimantan Utara, mencapai 37 orang.

Koordinator posko dua, Darius Engkor menjelaskan, perubahan pola pemeriksaan dan pendataan. " Kita akan mulai lakukan pendataan mobilitas warga yang keluar atau masuk wilayah desa. Sehingga kita bisa pantau terus, " ujarnya.

Kepala Desa Golo Loni menjelaskan, saat ini masih ada sebagian warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Untuk mendukung kesehatan warga. Sosialisasi dan pemeriksaan dilakukan dalam kunjungan rutin yang dilakukan tim Gugus tugas.

"Kita tetap lakukan sosialisasi protokol kesehatan, pemeriksaan dan pemberian vitamin. Di Desa Golo Loni, tidak ada stigma apalagi perlakuan diskriminatif. Seluruh masyarakat ikut memberi dukungan agar mereka tetap sehat hingga masa pemantauan berakhir, " ujar John B. Okalung.

Monika Melania K. Hadiah, petugas Pustu Golo Loni bertutur, 2 warga yang telah melewati masa pemantauan di Shelter RSUD Borong, saat ini dalam keadaan yang sehat.

"Saya sangat senang, karena keluarga ikut mendukung kegiatan gugus tugas, sehingga kami dilapangan merasa didukung penuh," ujarnya.

Terkait Rumah singgah yang telah disiapkan, John B. Okalung bersama Gugus Tugasnya berkomitmen untuk siap membantu Gugus Tugas tingkat Kabupaten.

"Kami siap membantu tim tingkat kabupaten, apabila sewaktu waktu, ada pelaku perjalanan membutuhkan tempat untuk menginap. Kapasitas kamarnya bisa untuk empat sampai lima orang," kata John B. Okalung.

Rumah singgah Desa Golo Loni sangat strategis. Posisinya yang terletak dipinggir jalan negara menjadi harapan bagi para penyintas, untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Belajar dari Desa Golo Loni, kemanusiaan sudah selayaknya, ditempatkan dalam puncak hirarki penanganan Covid-19.

Menyediakan rumah singgah yang bisa dimanfaatkan para penyintas, ibarat bercermin pada kearifan budaya Manggarai, yang menempatkan kehidupan sebagai sebuah persinggahan sementara (Lino Cenggo).

Semoga semangat ini, menjadi langkah yang sama diberbagai desa, untuk ikut memelihara kehidupan ditengah pandemi.

(ManggaraiTimur/MC/Patrys Anggo)


We have Android App!

Install Manggarai Timur App for better Browsing

Download

JDIH Manggarai Timur

NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

LOKASI KAMI :