Manggarai Timur, MC- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bekerjasama dengan LP2M Undana Kupang meyelenggarakan kegiatan FGD Pembobotan sektor/sub sektor ekonomi tingkat Kabupaten Manggari Timur, Selasa (27/8/2019). FGD ini, diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, perbankan dan pihak swasta.

 FGD ini dilaksanakan untuk menentukan bobot tujuan, bobot paktor ( input hingga proses output), bobot sektor ekonomi dan bobot kriteria yang akan digunakan dalam penelitian Komoditi, Produk dan Jenis usaha (KPJu) Unggulan di Provinsi NTT.

DR.Ir. Johanis Ly, M.Sc dari LP2M ( Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ) Undana Kupang, menjelaskan, kegiatan penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan profil daerah dan UMKM, Kebijakan Pemerintah serta peranan perbankan dalam pengembangan UMKM. Materi utama FGD adalah membahas 20 sektor ekonomi, dalam buku Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statisk (BPS) tahun 2015

“Gambaran dan potensi di Kabupaten Manggarai Timur nantinya, akan menjadi rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, untuk menentukan skala prioritas potensi ekonomi yang akan dikembangkan. Juga menjadi data bagi dunia perbankan dalam mendukung kegiatan UMKM “ kata Johanis Ly. Data KPJu yang akan dihasilkan, menurutnya, menjadi basis data yang penting dan strategis, dalam upaya meningkatkan pertumbuhan sektor riil di Kabupaten Manggarai Timur.

Hasil FGD tahap satu ini, selanjutnya akan dilanjtkan dengan FGD tingkat Provinsi, untuk membahas solusi dan kebijakan pengembangan komoditi, Produk dan Jenis usaha unggulan, yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah Propinsi, Kabupaten hingga desa.

Dari data Peluang Investasi Komoditi Unggulan Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Timur, yang diterbitkan oleh DPM-PTSP Kabupaten Manggarai Timur, menunjukan data komoditi unggulan yang sangat menarik dalam dua tahun terakhir.

Komoditi unggulan yang diukur dari Net B/C Ratio, Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Retrurn (IRR), menunjukkan komoditi kopi, kakao, tebu dan pisang sebagai komoditi unggulan sebab memiliki nilai finansial investasi. Sementara itu ditahun 2018, vanili, cengkeh, kelapa, pinang dan kemiri masuk dalam kategori komoditi unggulan.

Kepala DPM -PTSP Kabupaten Manggarai Timur, Remigius Gonsa Tombor menjelaskan, kondisi eksisting Kabupaten Manggarai Timur sangat mendukung pengembangan komoditi unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan.“ Dari hasil penelitian tim peneliti Faperta Undana, kita memiliki potensi yang luar biasa, karena didukung aspek geo fisik, tenaga kerja, daya beli serta yang paling penting adalah kultur agraris masyarakat yang kuat. Kekuatan ini yang harus terus didorong oleh berbagai pihak”, ujarnya.

Sejalan dengan agenda RAPBN 2020, yang mendorong terciptanya titik titik pertumbuhan ekonomi baru khususnya di luar Jawa, dibutuhkan kerja keras untuk meningkatkan iklim investasi serta peningkatan sumber daya manusia. Selain itu konsumsi domestic harus tetap dijaga dengan meningkatkan daya beli masyarakat yang bisa dijembatani melalui dana desa.

( Manggarai Timur / MC / Patrys Anggo )


We have Android App!

Install Manggarai Timur App for better Browsing

Download

JDIH Manggarai Timur

NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

LOKASI KAMI :