Hingga tahun 2015 jumlah penderita positif filariasis yang terdeteksi melalui pemeriksaan survey darah tepi di Kabupaten Manggarai Timur mencapai 256 kasus yang tersebar dibeberapa kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur. Fenomena penyakit filariasis di Kabupaten Manggarai Timur mulai terdeteksi sejak tahun 2013 dengan jumlah 20 kasus.

Penyakit Filariasis (kaki gajah) adalah penyakit menular yang masuk dalam kategori penyakit teropik yang terabaikan. Penyakit ini disebabkan oleh Cacing Filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Di Kabupaten Manggarai Timur diperkirakan terdapat 23 jenis vector nyamuk penular filariasis. Tiga species cacing penyebab filariasis adalah Wucheriabancrofti; Brugia Malayi; Brugiatimori.

Dalam sambutannya Bupati manggarai Timur Drs. Yoseph Tote M.Si berpandangan penyakit ini adalah ancaman yang sangat serius yang harus segera direspons. Yoseph Tote berpandangan ada tiga pendekatan yang yang bias digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di abad 21.

Pertama karakter,“ Dinas kesehatan sebagai leading sector harus memiliki komitment moral untuk menjadi petugas kesehatan yang professional terutama untuk terus meningkatkan kompetensi dalam melayani masyarakat. Kompetensi yang memadai ini harus disertai dengan upaya untuk meningkatkan pengetahuan para camat, lurah, kepala desa, tokoh agama dan masyarakat sehingga penanganan kesehatan menjadi pekerjaan bersama “.Yoseph Tote menegaskan“ nilai nilai karakter kebangsaan harus ditunjukan dengan komitment moral sebagai ASN (AparaturSipil Negara) berjuang untuk memberantas ini (PenangananpenyakitFilariasis) ”.

Pendekatan kedua Kerja, “ Bangsa ini membutuhkan orang orang cerdas untuk bekerja. Bekerja untuk menuntaskan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, terutama untuk menyukseskan pemberantasan penyakit Filariasis “.

Pendekatan Ketiga Literasi, “Petugas kesehatan harus paham struktur dinas kesehatan, ini soal literasi budaya dan teknologi. Ada pemahaman regulasi, patuh pada institusi, budaya birokrasi sehingga tercipta stabilitas dalam pelaksanaan pemerintahan “.Yoseph Tote juga menegaskan, tidak ada lagi pemahaman bahwa penanganan masalah kesehatan ini hanya menjadi pekerjaan pemerintah propinsi semata. Yoseph Tote mengingatkan“  Kita ini berada dalam satu kesatuan system pemerintahan NKRI dan ini harus dilakukan dalam pemahaman andradogi sehingga ini (penanganan penyakit Filariasis) bias dilakukan bersama sama “.

Program eliminasi filariasis telah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan RI sejaktanggal 8 april 2002 dan menjadi salah satu prioritas nasional dalam RPJMN 2015-2019. Percepatan eliminasi filariasis (kakigajah) ditempuh melalui “ Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) yang akan dilakukan setiap bulan oktober selama lima tahun berturut turut yang dimulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.

Diakhir sambutannya, Yoseph Tote kembali mengingatkan pentingnya menyiapkan metode penyebaran informasi yang memudahkan masyarakat untuk memahami pengetahuan tentang ancaman penyakit filariasis dan penanganannya terutama diwilayah pesisir.

Didepan ratusan peserta rakor, Bupati Manggarai Timur Drs. Yoseph Tote M,Si membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Pemberian Obat Pencegah Massal Filariasis (kaki gajah) Tingkat Kabupaten Manggarai Timur yang akan berlangsung di Borong sejak tanggal 10-11 mei 2016.

 

(Penulis/Foto : Patrys Anggo/Anggota Bakohumas Dinas Kominfo Kab.Matim. Tim Peliput : Patrys, Leon dan Vitalis)


We have Android App!

Install Manggarai Timur App for better Browsing

Download

JDIH Manggarai Timur

NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

LOKASI KAMI :