Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia adalah satu intitusi yang memiliki otoritas di Bidang Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku Di Nusa Tenggara Timur.  Dalam implementasi tugas dan fungsi ini,  Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua menjalankan beberapa aktivitas diantaranya penyediaan air bersih bagi kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan air tanah dan pembangunan embung air baku, pemanfaatan potensi mata air dengan captering dan jaringannya, perencanaan dan pembangunan tampungan air baku dengan memanfaatkan potensi air yang berada di wilayah Propinsi NTT.

 

 

Melihat potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Manggarai Timur, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua memberikan dukungan untuk penyediaan dan pengembangan air baku di Kabupaten Manggarai timur. Hal ini merupakan implikasi konstitusi yang tertuang dalam pasal 33 ayat 3  UUD 1945. Wujud dari dukungan ini berupa pelaksanaan kegiatan tahap pertama pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku dengan kapasitas 20 liter per detik di kabupaten Manggarai Timur. Sumber dana bersal dari APBN Republik Indonesia tahun 2016 sebesar 9,2 Miliar Rupiah. Kegiatan ini berlokasi di Mbeling, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan yang dicanangkan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air baku bersih bagi masyarakat melalui kegiatan eksplorasi, optimalisasi dan pengelolaan berbagai sumber air. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi melalui kegiatan eksplorasi, optimalisasi dan pengelolaan air tanah dan air permukaan. Sasaran program ini adalah masyarakat pedesaaan dan perkotaan yang belum terlayani akan pemenuhan air bersih.

Pelaksanaan kegiatan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku dengan ini dimulai dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di aula paroki Mbeling, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, pada Minggu (05/06/2016).

Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua, Djibrael Klaping menyampaikan berdasarkan hasil studi dan pengukuran lokasi sumber air Wae Teka Nampo di Mbeling desa Gurung Liwut dinyatakan layak untuk dieksplorasi dengan debit air yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Borong dan sekitarnya.

Kegiatan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku ini dilaksanakan oleh rekanan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua yaitu PT. Tirta Tunas Muda Kupang dengan nilai kontrak sebesar 8,6 Miliar Rupiah dan konsultan supervise CV. Saba Consultant. Dalam planning kegiatan akan dibangun jaringan pipa transmisi dari sumber air di Wae Teka Nampo sejauh 10 km sampai ke bak penampung atau reservoir dengan kapasitas 350 meter kubik di pusat Paroki Mbeling.

Sekretaris dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Timur, Yos Marto menyampaikan implementasi kegiatan ini dilaksnakan melalui konversi yang cukup lama. Proposal kegiatan telah diajukan sejak tahun 2015 dan baru terealisasi pada tahun 2016. Oleh karena itu dengan rasa syukur yang besar pemerintah berharap agar masyarakat bersikap kooperatif dalam menyukseskan kegiatan ini. Yos marto juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan yang terakomodasi dalam rekruitmen tenaga kerja.

Turut hadir dalam sosialisasi ini wakil ketua DPRD kabupaten Manggarai Timur,  Filfridus Jiman dan anggota DPRD kabupaten Manggarai Timur,  Dapil Borong-Rana Mese, Yeremias Dupa.

 Filfridus jiman menyampaikan ucapan terimakasih kepada Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara Dua karena telah berjuang mengakomodasi proposal pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui kegiatan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku dengan kapasitas 20 liter per detik. Filfridus berharap wilayah-wilayah lain di Kabupaten Manggarai Timur yang masih sulit memperoleh air bersih juga terakomodir melalui kegiatan yang sama.

Dalam advokasinya Filfridus Jiman menyampaikan agar masyarakat bersikap kooperatif dan pro aktif dalam pelaksanaan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku di Mbeling Desa Gurung Liwut.

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Dapil Borong-Rana Mese, Yeremias Dupa pada kesempatan yang sama berharap kegiatan pembangunan ini sejalan dengan filosofi kultur Manggarai yang menghargai dan menghormati alam sebagai satu kesatuan ekosistem. Pelaksana kegiatan diharapkan menjaga kesakralan dan kesucian mata air dengan tidak merusak lingkungan sekitar sebagai konsekuensi pembangunan fisik.

Yeremias juga mengajak masyarakat untuk bersikap kooperatif terhadap proses pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku di Mbeling, desa Gurung Liwut.

Pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air juga mendapat respon dari pemerintah desa setempat. Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Gurung Liwut, Fransiskus Jemahat menyampaikan pemerintah desa Gurung Liwut akan berkoordinasi dengan pemilik lahan yang mungkin nanti akan dilintasi pipa transmisi pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku di wilayah Desa Gurung Liwut. Respon positif pemerintah desa ini juga dibuktikan dengan komitmen untuk meminimalisir persoalan di lapangan.

Sekretaris Dinas PU Kabupaten Manggarai Timur, Yos Marto menyampaikan pemerintah daerah telah berkontribusi dalam menyukseskan pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku di Mbeling,  desa Gurung Liwut dengan memfasilitasi perizinan ke Taman Wisata Alam Ruteng, Konservasi Sumber Daya Air (KSDA) serta melakukan langkah persuasif untuk pembebasan lahan masyarakat yang secara tekhnis akan dilintasi pipa transmisi kegiatan.

Sebagai salah satu instansi teknis dan strategis di bidang infrastruktur, dinas PU Kabupaten  Manggarai Timur memiliki perencanaan khusus dalam menindaklajuti pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi air baku di Mbeling yang dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua dengan merancang distribusi air bersih ke sebagian wilayah potensial. Selain untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat  juga untuk memberi stimulasi bagi para investor.

Berbagai agenda pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah pusat sampai di daerah diharapkan berimplikasi positif terhadap kebutuhan masyarakat. Sikap kooperatif dan pro aktif masyarakat dalam pembangunan juga menjadi amunisi untuk memaksimalkan hasil-hasil pembangunan.

 

Penulis: Rian Odos dan Anselmus Waha (Peliput Berita Radio Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur)

Editor : Pantaleon M. N Saling (Staf Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai Timur.

 

 


We have Android App!

Install Manggarai Timur App for better Browsing

Download

JDIH Manggarai Timur

NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

LOKASI KAMI :