Manggarai Timur –MC - Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian Tahun 2019 dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian Kabupaten Manggarai Timur Provinsi NTT 2019-2024 pada Senin (25/03) di Aula Kantor Bupati, Lehong-Borong. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari dari tanggal 25-26 Maret 2019 menghadirkan seluruh stakeholder pertanian, yakni BPTP Provinsi NTT, Scoopi, Rikolto Veco – Indonesia, LSM GNI, pengurus MPIG, Asnikom, Bank BRI, BNI Cabang Borong, Bank NTT dan para petugas lapangan Dinas Pertanian yang terdiri Menteri Tani, PPL, Pengamat Hama, dan Petugas Pusat Kesehatan Hewan.
Dalam sambutannya, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengajak seluruh stakeholder di bidang pertanian, untuk memberi perhatian yang serius serta memberi masukan atas permasalahan-permasalahan di sektor pertanian.
Berapa isu strategis yang disampaikan Agas Andreas di antaranya adalah pertama, pelaksanaan evaluasi terkait capaian kinerja pembangunan pertanian periode RPJMD sebelumnya (2014-2018). Kedua, perumusan dan penetapan sasaran program kerja 2020 yang berpatokan pada peningkatan produksi dan produktivitas komoditi pertanian, yang mengacu pada Visi dan Misi Bupati Manggarai Timur yang akan dituangkan dalam dokumen RPJMD 2019-2024 yang sedang dirancang. Ketiga, penyusunan program dan kegiatan yang mendukung pengembangan pertanian organik dengan mengintegrasikan semua sub sektor di bidang pertanian.
Dari hasil evaluasi capaian kinerja pembangunan pertanian periode RPJMD sebelumnya (2014-2018), menunjukan data capaian produksi padi tahun 2018, baru mencapai 82,919 ton/ha dengan rata-rata produksi baru mencapai 3,9 ton/ha, di bawah rata-rata produktivitas nasional yakni 5,1 ton/ha.
Begitu pula produksi Komodti jagung yang telah mencapai 27,161 ton/ha. Dengan rata-rata produktivitas 4,25 ton/ha dan masih berada di bawah rata-rata produktivitas nasional sebesar 5,2 ton. "Hingga saat ini capaian produksi pertanian Kabupaten Manggarai Timur masih di bawah rata-rata produktitas nasional. Ini tantangan kita yang harus kita jawab dengan langkah langkah yang iniovatif," tegas Agas Andreas.
Sub sektor peternakan Kabupaten Manggarai Timur, juga ditantang untuk meningkatkan produksi ternak, sebab pencapaian pada tahun 2018, baru mencapai 13.552 ekor ternak sapi dan 8.666 ekor ternak kerbau. Langkah percepatan produksi ternak telah dilakukan sebagai respons oleh Dinas Pertanian dengan melaksanakan Inseminasi Buatan (IB) khususnya untuk ternak sapi dan babi.
Bukannya tanpa kabar baik. Keberadaan Sertifikasi Indikasi Geografis (SIG) terhadap kopi arabika asal Manggarai Timur dan surat keputusan sebagai Blok Penghasil Tinggi (BPT) cengkeh. Keberadaan sertifikasi dua komoditi unggulan ini menjadi jalan ekonomi baru bagi peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Manggarai Timur. Terutama membuka peluang untuk masuk dalam peta pasar komoditi nasional dan internasional.
Selain itu, Kabupaten Manggarai Timur telah mempertegas posisinya, sebagai kabupaten pusat produsen benih tanaman pangan dan holtikultura di Provinsi NTT seperti komoditi padi, jagung dan bawang merah .
Agas Andreas lebih lanjut, menjelaskan penetapan program bidang pertanian, hendaknya mengacu pada pembangunan pertanian berbasis kawasan sesuai Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 472 Tahun 2018 tentang Lokasi Kawasan Pertanian Nasional. Saat ini Kabupaten Manggarai Timur, telah ditetapkan sebagai kawasan produksi komoditi padi, jagung, kedelai, kopi, cengkeh, cabai, bawang merah dan bawang putih.
Peliput :  Fransiskus Malada
Editor : Patrys Anggo

We have Android App!

Install Manggarai Timur App for better Browsing

Download

JDIH Manggarai Timur

NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

LOKASI KAMI :