
Manggarai Timur, NTT – Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melaporkan hasil pelaksanaan sekaligus penutupan Operasi SAR terhadap kondisi membahayakan manusia berupa satu orang tenggelam di Danau Rana Mese, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.
Basarnas Maumere terinformasi awal kejadian pada tanggal 4 Mei pukul 17.00 WITA dari Bapak Yance Mangu. Berdasarkan laporan tersebut, korban diketahui bernama Greis (laki-laki), warga Maras, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur.
Peristiwa terjadi pada tanggal 4 Mei sekitar pukul 13.00 WITA. Korban bersama rekannya pergi ke Danau Rana Mese untuk bermain rakit bambu. Namun, secara tiba-tiba korban melompat ke air dan langsung tenggelam. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh petugas KSDA Rana Mese bersama keluarga korban, namun belum membuahkan hasil sehingga bantuan SAR diminta.
Operasi SAR dilaksanakan Di hari Ke tiga dengan melibatkan Tim SAR Gabungan. Kegiatan diawali dengan briefing kesiapan personel dan peralatan.
Tim melakukan dua kali penyelaman pada titik koordinat yang telah ditentukan, namun hasilnya nihil. Selanjutnya dilakukan penyisiran di sekitar danau.

''Pada pukul 13.30 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada koordinat 8°38'25.01"S - 120°33'37.88"E, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian awal. Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.'' terang Fathur Rahman Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator)
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Maumere (Pos SAR Manggarai Barat),Pos TNI AL Labuan Bajo, Polres Manggarai Timur, BPBD Manggarai Timur dan KSDA Rana Mese serta aparat Desa Golo Loni dan masyarakat setempat
Dengan telah ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, maka Operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke ke satuannya masing-masing dengan disertai ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang baik selama pelaksanaan operasi
(Dsikominfo Matim/2026)

