| **Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan |
| **Data daerah rentan rawan pangan |
| **Jenis prasarana Pengujian Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan |
| **Panjang Jalan Usaha Tani Eksisting |
| **Jumlah Bahan Pakan/Pakan yang beredar |
| **Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk biji atau benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain |
| **Jumlah benih bersertifikat tanaman pangan (berbentuk biji/benih, seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, porang, dan lain-lain) yan |
| **Jumlah Benih Ternak yang beredar |
| **Jumlah Benih Ternak yang tersedia |
| **Jumlah Eksisting lembaga penyuluhan pertanian kabupaten/kota |
| **Jumlah Eksisting Penyuluh Pertanian ASN |
| **Jumlah Eksisting Prasarana Perkebunan Lainnya |
| **Jumlah Eksisting Prasarana Peternakan Lainnya |
| **Jumlah Eksisting Prasarana Tanaman Pangan Lainnya |
| **Jumlah Eksisting Puskeswan |
| **Jumlah Eksisting UPTD BIB |
| **Jumlah Eksisting UPTD Pembibitan dan UPTD Produksi Ternak |
| **Jumlah Embung Pertanian yang dipelihara |
| **Jumlah Esksisting Rumah Potong Hewan |
| **Jumlah hewan yang berhasil ditangani |
| **Jumlah Hijauan Pakan Ternak yang tersedia |
| **Jumlah Jalan Usaha Tani yang dikelola |
| **Jumlah Jaringan Irigasi di Tingkat Usaha Tani yang dikelola |
| **Jumlah kasus zoonosis pada hewan |
| **Jumlah kejadian penyakit hewan dan Zoonosis pada Hewan yang divalidasi |
| **Jumlah kejadian penyakit yang ditindaklanjuti dengan penyidikan Penyakit Hewan dan Zoonosis pada Hewan |
| **Jumlah Kelembagaan Petani di Desa yang ditingkatkan kapasitasnya |
| **Jumlah Kelembagaan Penyuluhan Pertanian di Kecamatan yang ditingkatkan kapasitasnya |
| **Jumlah Kelembagaan Ekonomi Petani yang dibentuk |
| **Jumlah kelompok petani yang mendapat penyuluhan dan pemberdayaan |
| **Jumlah Ketersediaan Alsintan |
| **Jumlah ketersediaan dan sebaran sarana pascapanen tanaman pangan dalam kondisi baik |
| **Jumlah Laporan kejadian penyakit hewan dan zoonosis pada Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional |
| **Jumlah layanan jasa medik veteriner |
| **Jumlah Luas Serangan OPT Tanaman Pangan |
| **Jumlah Luas Serangan OPT Tanaman Pangan yang ditangani |
| **Jumlah Medik Veteriner yang mengikuti pengembangan kapasitas |
| **Jumlah Pelayanan Jasa Medik Veteriner |
| **Jumlah Penatausahaan Penerbitan Izin Usaha Rumah Potong Hewan |
| **Jumlah Pengawasan Kesehatan Hewan di Perbatasan Tempat Pemeriksan HPM |
| **Jumlah Pengawasan Penerapan Persyaratan Teknis untuk Pemasukan dan/atau Pengeluaran Hewan |
| **Jumlah penggunaan sarana pengolahan hasil tanaman pangan dalam kondisi baik |
| **Jumlah penurunan kasus penyakit hewan menular dan zoonosis dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten/Kota |
| **Jumlah Penyuluh Pertanian ASN yang telah mengikuti pengembangan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan |
| **Jumlah Petugas Medik Veteriner |
| **Jumlah prasarana penyuluhan pertanian |
| **Jumlah Produksi Bahan Pakan/Pakan |
| **Jumlah Rekomendasi Pemasukan HPM |
| **Jumlah Rekomendasi Pengeluaran HPM |
| **Jumlah sarana penyuluhan pertanian |
| **Jumlah SKKH/SKPH HPM |
| **Jumlah wilayah terkendali Zoonosis |
| **Jumlah wilayah yang dilakukan surveilans dan zoonosis pada Hewan |
| **Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan/LP2B yang ditetapkan, dimanfaatkan, dan diawasi di Kabupaten/Kota |
| **Luas kawasan hortikultura |
| **Luas kawasan tanaman pangan |
| **Luasan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan/KP2B yang ditetapkan secara numerik dan spasial di Kabupaten/Kota |