Berdasarkan pencapaian Eradikasi Polio, Badan Kesehatan Dunia Word Health Organization (WHO) pada tahun 2012 memastikan adanya kedaruratan kesehatan masyarakat global. Setidaknya hal menjadi salah satu dasar pertimbangan bagi pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan RI mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016 diseluruh daerah di Indonesia yang digelar serempak dari tanggal 8 s/d 15 Maret 2016.

 Pada hari pertama pelaksanaannya (8/3/2016) pencanganan Pekan Imunisasi (PIN) Polio tahun 2016 tingkat Kabupaten Manggarai Timur telah dilaksanakan. Kegiatan pencanangan ini berlansung di Kelurahan Tiwu Kondo, Kecamatan Elar, Selasa 8 Maret 2016. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dr. Philipus Mantur di sela-sela kegiatan pencangan mengatakan pelaksanaan PIN Polio tahun 2016 secara Nasional didasari oleh ditemukannya Kejadian Luar Biasa (KLB) di salah satu daerah di provinsi Jawa Barat

‘’virus ini adalah virus bawaan  dari Afrika Selatan, yang sebenarnya Indonesi sudah bebas polio tahun 2014. KLB ini menjadi dasar utama pelaksanaan PIN di Indonesia dan salah satunya di selenggarakan di Manggarai Timur’’ kata dokter Philipus.

Philipus Mantur yang akrab disapa dokter Lipus ini mengatakan di kabupaten Manggarai Timur tercatat 27.500 anak balita usia 0-59 bulan menjadi sasaran Polio tahun 2016.  Jumlah ini tersebar di 558 tempat Pin Polio dr 23 Puskemas di 9 kecamatan se Kabupaten Manggarai Timur secara nasional programnya berlansung dari tanggal 8 s/d 15 Maret 2016. Nah kalau anaknya sehat, kita harapkan hari ini (red) orang tuanya bisa membawa mereka ke pos pelayanan terdekat. Rencananya untuk pelayanan tanggal 9 s/d 15 Maret lebih kepada balita yang sedang mengalami gejala-gelaja medis seperti gizi kurang, diare dan sejenisnya. Pemberian vaksin kepada mereka setelah penyakitnya disembuhkan” tegas Kadis Philipus

Sasaran PIN POLIO Usia 0-58 Bulan dan Kebutuhan Vaksin Polio Di Kabupaten Manggarai Timur

No

 

PUSKESMAS

JUMLAH SASARAN IMUNISASI POLIO

0-59 BULAN dan POS PIN

KEBUTUHAN VAKSIN

Jumlah Sasaran

Jumlah Pos Pin

 

1

BORONG

3.459

46

203

2

SITA

1.936

48

114

3

LALANG

953

21

56

4

TILIR

804

17

47

5

WAE LENGGA

1.784

24

105

6

MUKUN

1.548

26

91

7

MOK

795

16

47

8

KETANG

1.061

18

62

9

MANO

2.030

45

119

10

LAWIR

1.557

30

92

11

COLOL

1.053

16

62

12

BEA MURING

1.706

26

100

13

BENTENG JAWA

873

28

51

14

DAMPEK

1.351

29

79

15

WELENG

474

15

28

16

POTA

975

28

57

17

LENGKO AJANG

719

17

42

18

WATU NGGONG

764

15

45

19

ELAR

1.041

35

61

20

LEMPANG PAJI

627

17

37

21

MAMBA

593

17

35

22

WUKIR

841

24

49

23

WAE NENDA

556

-

33

JUMLAH

27.500

558

1.618

SUMBER: DINKES MATIM

Sementara itu tujuan dari selenggarakan PIN POLIO tahun 2016 menurut dokter Philipus Mantur agar pada tahun 2020 Indonesia bebas Polio, juga mengurangi resiko penularan importasi virus polio tipe 2 dan memastikan anak – anak di Manggarai Timur sudah mendapatkan Imunisasi Polio “yang paling inti dari kegiatan ini adalah memutus mata rantai penularan virus polio bagi semua anak di Manggarai Timur” Tegas Kadis Philipus.

 

VIRUS POLIO MENJADI ANCAMAN BAGI DUNIA

Imunisasi merupakan upaya pencegahan yang terbukti cost effektive. Banyak kematian dan kecacatan yang disebabkan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Eradikasi Polio secara global akan memberikan keuntungan secara finansial. Sejak ditemukannya vaksin cacar oleh Edward Jenner pada tahun 1796, menjadi sebuah harapan baru bagi dunia ilmu kedokteran dunia sebab tidak ada lagi anak cacat karena polio, sehingga biaya yang diperlukan untuk rehabilitasi polio dan biaya imunisasi polio dapat dikurangi. tanpa vaksin cacar, dunia tidak akan terbebas dari penyakit cacar dan ribuan nyawa tidak akan terselamatkan

Cacar penyakit pertama dan satu-satunya penyakit yang telah berhasil dibasmi dari dunia ini. Prestasi ini merupakan hasil dari komitmen yang tinggi, berkat kerjasama antar negara, dan upaya keras dari orang orang yang berdedikasi tinggi melintasi batas politis dan ideologis dalam suatu kampanye besar yang dimulai pada akhir taun 1950an dan berlansung selama 20 tahun. Pristiwa ini merupakan prestasi tertinggi dalam sejarah dunia, yang memberikan inspirasi untuk melakukan eradikasi dan eliminasai penyakit lainnya dalam berbagai kampanye pengendalian penyakit. Pada bulan Mei tahun 2012 Word Health Assembly (WHA) mendeklarasikan bahwa eradikasi polio telah menjadi isu kedaruratan kesehatan masyarakat dan perlu disusun suatu strategi menuju eradikasi polio (Polio Endgame Strategy) .

Hal ini disampaikan Bupati Manggarai Timur, Drs.Yosef Tote, M.Si, saat membuka secara resmi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2016 tingkat Kabupaten Manggarai Timur yang berlansung di Puskesmas Elar, Kelurahan Tiwu Kondo Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (8/3/2016).Menurut Bupati Yosef Tote, Indonesia telah berhasil menerima sertifikasi bebas polio bersama  negara anggota WHO di South East Asia Region (SEARO) pada bulan Maert tahun 2014

 dunia saat ini tengah menunggu negara lain yang belum bebas polio yaitu Afganistan, Pakistan dan Nigeria. Untuk mempertahankan keberhasilan dan melaksanakan strategi menuju eradikasi polio di dunia, Indonesia melakukan beberapa rangkaian kegiatan yaitu Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, Penggantian Vaksin trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) ke bivalent Oral Polio Vaccine (bOVP) dan introduksi Inactivated Polio Vaccine (IPV). Pada akhir tahun 2020 penyakit polio telah berhasil dihapus dari seluruh dunia”  kata Bupati Yosef Tote.

 

 

Berdasarkan kajian terhadap laporan cakupan imunisasi rutin dan tambahan, data surveilans polio yang berkaitan dengan cakupan imunisasi  Polio4 tingkat kabupaten Manggarai Timur selama 5 (Lima) tahun terakhir melebihi 90 %, namun tidak merata di seluruh Puskesmas. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir cakupan polio4 tercatat; tahun 2011 mencapi 103,4 %, tahun 2012 mencapai 95,8 %, tahun 2013 sebesar 109,8 %, tahun 2014 sebesar 91, 4 % dan  pada tahun 2015 mencapai 95 % “adanya cakupan yang tidak merata disetiap puskesmas merupakan daerah kantong yang bisa berpotensi timbulnya penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi” tegas Bupati Tote.

Bupat Yosef Tote Menambahkan guna mengatasi kesenjangan ini diperlukan pemberian dosis polio tambahan melalui Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio kepada anak usia 0-59 bulan. Dukungan lintas program dan sektoral serta peran masyarakat maupun dedikasi petugas kesehatan untuk menyukseskan PIN Polio tingkat Kabupaten Manggarai Timur dengan target 95 % bayi dan anak balita mendapatkan imunisasi polio tercapai.

Kegiatan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tingkat Kabupaten Manggarai Timur tahun 2016 dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, SH,M.Hum, Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur, Ir. Gorgonius Bajang, Ketua Tim Penggerak PKK Manggarai Timur Ny. Yosefina Sun Tote, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Manggarai Timur Ny. Theresia Wisang Agas, Para Asisten, Pimpinan SKPD tingkat Kab. Manggarai Timur, Unsur Forkompinda Kecamatan Elar, Para Petugas Kesehatan setempat, toko agama, tokoh Masyarakat Orang tua balita penerima sasaran polio, dan warga setempat.

 

 


JDIH Manggarai Timur

NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

LOKASI KAMI :