Community Based Tourism (CBT) atau Pariwisata Berbasis Masyarakat merupakan konsep pengembangan pariwisata dimana masyarakat lokal memegang peran sebagai pelaku utama, pengelola, sekaligus penerima manfaat terbesar.
Konsep ini bertujuan untuk memberdayakan warga setempat, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan melestarikan budaya serta lingkungan. Pendekatan ini biasanya dicirikan oleh beberapa prinsip utama seperti pelibatan komunitas dimana masyarakat terlibat langsung sejak tahap perencanaan, pengelolaan, hingga pembagian hasil. Selain ini masih terjaganya keaslian budaya setempat . Wisatawan yang berkunjung akan disuguhkan atraksi wisata yang otentik mencerminkan tradisi, kearifan lokal, dan kehidupan sehari-hari warga setempat. Kemudian Keberlanjutan, pola ini pengelola memastikan kelestarian alam dan budaya tetap terjaga dengan mematuhi prinsip keseimbangan lingkungan
Konsep CBT penduduk lokak disuatu Daerah Tujuan Wisata (DTW) tidak lagi menjadi penonton setia, sebaliknya menjadi penyedia layanan bagi para wisatawan yang berkunjung misalnya sovenir, pemandu wisata, rumah tinggal (home stay), rumah makan (restaurant) dan lainnya.
Masyarakat sebagai komunitas penggerak utama dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan relasi yang cukup baik dengan dunia usaha maupun dengan pemerintah daerah.
Peran pemerintah daerah sangatlah dibutuhkan, selain model pendampingan melalui dinas Pariwisata sebagai leading sektor, juga pembangunan infrastruktur dasar bagi wisatawan
KOMUNITAS ADAT SUKU NGGELI HIBAH TANAH SELUAS 5000m2 DI TANJUNG BENDERA KEPADA PEMDA MANGGARAI TIMUR
Suku Nggeli di Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur memberikan hibah tanah dengan luas 5000m2 berlokasi ditempat wisata Tanjung Bendera kepada Pemda Manggarai Timur, Jumat (12/6)
Pemberian tanah ini dilakukan oleh tua adat suku Nggeli Gaspar Jala dan Simon Liko disaksikan oleh tua adat dari tiga suku lainnya yakni suku Motu, suku Sui dan suku Kewik, diterima langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur, didampingi Anggota DPRD Dapil Kota Komba-Kota Komba Utara, sejumlah pimpinan OPD, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Camat Kota Komba, Kapolsek Kota Komba, Danposramil 1612-03, Plt. Lurah Watu Nggene, Toko adat dan Masyarakat Kelurahan Watu Nggene dan Pokdarwis Tanjung Bendera
Tanah yang diberikan kepada Pemda Manggarai Timur ini bertujuan untuk pembangunan infrastruktur dasar pariwisata berupa Toilet, Lahan Parkir, fasilitas lainya yang mendukung kegiatan kepariwisataan di pada Savana Tanjung Bendera
Penyerah tanah diawali dengan ritual adat setempat. Dilanjutkan dengan penanaman pilar sebagai batas luas tanah yang dihibahkan. Dihadapan Wakil Bupati Tarsi Sjukur pemilik tanah dari suku Nggeli memberi ultimatum bahwasannya harus ada pembangunan fisik dilokasi tanah yang telah dihibahkan. Jika dalam 5 (tahun) kedepan belum ada tanda-tanda pembangunan maka akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemilik tanah
PEMDA MANGGARAI TIMUR BERI APRESIASI KEPADA SUKU NGGELI YANG MENGHIBAHKAN TANAHNYA
Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur memberikan apresiasi kepada masyarakat melalui tokoh ada Suku Nggeli yang menyerahkan sebidang tanah berukuan 5000m2 kepada pemerintah
Menurutnya keputusan ini begitu penting mengingat beberapa sarana pokok wisatawan belum tersedia seperti Toilet, Tempat Parkir, Air Bersih, Kantor Pengelolaan belum tersedia dilokasi ini.
Dengan tersedianya lahan maka akan memudahkan pemerintah dalam menyusun perencanaan tata ruang, teknis bangunan maupun proses sertifikasi tanah
Wakil Bupati Tarsisius Sjukur juga mendorong dinas Pariwisata untuk terus berupaya melakukan berbagai pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya kepariwisataan terutama bagi Pokdarwis Tanjung Bendera yang sudah dibentuk
ATRAKSI PARAGLIDING DIPERTONTONKAN DI LOKASI WISATA TANJUNG BENDERA
Paralayang (paragliding) adalah olahraga terbang bebas menggunakan parasut khusus tanpa mesin, dimana pilot lepas landas menggunakan kaki. Peserta meluncur dari lereng bukit atau gunung, memanfaatkan hembusan angin (termal dan dinamis) untuk mendapatkan daya angkat dan terbang melayang diudara
Kecepatan angin dilokasi berkisar 8-9 knots memanfaatkan angin laut yang dipantulkan ke tebing bagian selatan gunung dalam kawasan Tanjung Bendera memudahkan para pecinta olahraga paralayang untuk manaikan parasutnya dan dapat melihat keindahan padang Savana dari udara
Liputan: Hendrik Gostal Fandi/lpplrkmt