manggaraitimurkab.go.id,- Jum'at 24 April 2020 cuaca panas membungkus Borong, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur (KMT) di Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Sengatan mentari siang itu tidak mampu mengurungkan semangat petani memanen padi di Persawahan Wae Reca, Desa Nanga Labang. Pandemi Korona yang tengah mewabah di seantero jagat ini pun tidak mampu menahan langkah mereka.
"Tuhan sudah kasi kami hasil padi, pasti Dia juga jaga kami dari korona, asal kami tetap jaga jarak dan rajin cuci tangan," ujar salah seorang petani yang sedang memanen padi di lokasi ini. Baginya, apapun kondisi yg menghadang, petani terus bergerak karena musim panen telah tiba. 
"Ma'ung toe ba'eng le Morin ta nana," sambung seorang ibu. 
Ya, selama kita tetap mengikuti arahan pemerintah terkait protokol kesehatan.
Sentuhan cahaya mentari pada bulir-bulir padi yg kian merunduk memanjakan mata setiap orang yg melewati lokasi ini. Sebuah pemandangan dalam nuansa kuning yg menggambarkan kejayaan petani saat panen tiba. Hasil kerja keras mereka telah mendatangkan hasil.
Hasil ubinan padi Kelompok Tani Baeng Koe di Persawahan Wae Reca ini menunjukkan hasil yg menggembirakan. Angka 7,5 ton per hektar menjadi catatan penting mengingat pada tahun 2019 produktivitas padi di KMT secara keseluruhan hanya 4 ton per hektar.  Hasil ini didapat setelah dilakukan pengukuran saat pelaksanaan Panen padi secara simbolik oleh Bupati Agas Andreas. 
"Saat panen itu pasti kita senang, gembira, suasana batin tenang,apalagi hasilnya memuaskan," kata Bupati Andreas mengawali arahannya. Untuk itu, lanjutnya, panen di saat pandemi Korona ini tetap dilaksanakan tetapi harus mentaati arahan pemerintah.
Persawahan Wae Reca, menurut Bupati Andreas harus didesain sebagai lokasi Agrowisata. Instansi terkait akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan bermusyawarah dengan pemilik lahan.
Untuk itu alih fungsi lahan untuk membangun rumah, tidak boleh dilakukan di lokasi ini. "Tidak boleh ada lagi orang yg bangun rumah di area ini, kecuali bangun pondok," tegasnya.
Selanjutnya Persawahan Wae Reca diharapkan menjadi contoh lahan persawahan organik di kabupaten ini. Kekhasan dalam penggunaan pupuk ini akan berdaya jual tinggi dalam menunjang pengelolaan sektor agrowisata.
Ketersediaan air yg cukup menjadi prioritas sehingga produktivitas padi terus meningkat. Untuk itu semua petani di lokasi ini harus mengolah lahannya secara bersamaan sehingga mempermudah pengaturan air yg bersumber dari irigasi Wae Dingin.
Pada kesempatan ini juga dilakukan pembagian masker kepada warga. Masker yg dibagikan ini disiapkan oleh PMI Matim sebagai bentuk keperdulian nya dalam pencegahan dan penanganan  Virus Korona.
 

We have Android App!

Install Manggarai Timur App for better Browsing

Download

JDIH Manggarai Timur

NEXT EVENTS

June 2020
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

NEWSLETTER

Please enable the javascript to submit this form

LOKASI KAMI :